Showing posts with label CERPEN (Cerita Pendek). Show all posts
Showing posts with label CERPEN (Cerita Pendek). Show all posts

Sunday, December 13, 2015

Apakah Anda Lebih Baik Darinya?

Pada suatu saat, saya pulang dari sebuah pusat perbelanjaan di daerah Jakarta. Saat itu saya bersama ibu saya dan hanya berdua mengendarai sepeda motor, dan waktu itu kami memutuskan untuk makan bakso di pinggir jalan tidak jauh dari pusat perbelanjaan tersebut. Dan saat itu saya parkir di sebuah parkiran pinggir jalan karena saat itu memang cukup banyak sepeda motor yang telah berjajar disitu.

Kebetulan pada saat itu kami membawa beberapa belanjaan yg lumayan banyak, lalu setelah saya parkirkan motor saya bertanya kepada ibu saya “ini belanjaannya dibawa atau nggak?” kemudian dengan santai ibu saya menjawab “udah gausah dibawa biarin aja digantung dimotor”. Saya sempat berpikir apakah aman meninggalkan barang disitu, dan memang keadaan disitu sepi hanya ada sang tukang parkir yang menjaga disitu dengan penampilan yang seperti “preman” menrut saya. Karena memang itu perintah dari ibu saya yasudah saya tinggalkan saja barang tersebut di motor.

Kemudian kami berjalan menuju tukang bakso dan meningglkan tempat parkiran tersebut. Waktu pun berlalu, kami memesan bakso dan kemudian menyantapnya. Setelah selesai menyantap bakso dan sedikit bersantai disana kami pun memutuskan untuk pulang.

Dan kami menuju ke tempat parkir lagi, dan setelah sampai saya mencoba untuk sedikit mengecek dan memeriksa barang belanjaan yang ditinggl tadi, dan setelah saya cek ternyata barang tersebut masih utuh. Saya pun sempat berpikir lagi, sebenarnya bisa saja sang penjaga yang berpenampilan seperti preman itu mengmbil belanjaan kami tapi nyatanya dia tidak mengambilnya.

Dan setelah saya mengeluarkan motor kemudian kami membayar sebesar 2000 rupiah kepadanya, ya mungkin itu bukan uang yang sangat banyak, namun menurut saya dengan uang segitu mereka sangatlah terpercaya dibanding dengan kita parkir di mall yang mungkin kita bayar bisa lebih dari itu namun tidak akan bisa dijamin jika kita meningglkan barang di parkiran mall tersebut apakah akan aman atau tidak.


Mereka memang seseorang “preman” yang mungkin dipandang sebelah mata oleh kebanyakan orang, namun mereka sangat menjaga kepercayaan yang telah dilimpahkan kepada mereka. Coba anda bandingkan dengan para petinggi negeri ini yang mungkin hidupnya berkecukupan bahkan cenderung berlebih, namun mereka masih saja menodai kepercayaan yang sudah diberikan masyarakat karena mereka masih saja sering melakukan tindakan KORUPSI. Ya memang apa yang dilakukan sang preman mungkin tidak resmi karena mereka dengan seenaknya membuat sebuah tempat parkir tanpa izin. Tapi apakah anda lebih baik dari mereka? Apakah anda bisa menjaga kepercayaan yang telah diberikan kepada anda? Coba pikirkan sekali lagi!!!

Wednesday, October 22, 2014

Berkorban Untuk Beban

Keringat mulai bercucuran di wajahnya dan badannya yang kekar pun terlihat basah. Waktu masih menunjukkan pukul 8, namun ia sudah terlihat seperti telah bekerja setengah hari. Dia melakukan hal tersebut hampir setiap hari. Ya, dia adalah Eko, seorang atlit angkat beban.
Akhir – akhir ini ia lebih sering latihan dikarenakan akan ada sebuah kejuaraan internasional bulan depan. Dan ia bertekad untuk mendapatkan yang terbaik pada kejuaraan tersebut.
“Hyaaa” beban yang berat itu mampu diangkat olehnya.
“Hebat sekali kamu ko, itu angkatan terbaik kamu” tanggap Azis rekan Eko di tempat latihan.
“Ah biasa saja kok” balas Eko dengan rendah hati.
Setelah angkatan terbaik tadi Eko dan Azis pun menyudahkan latihan mereka pada hari itu.
Sesampainya di rumah Eo disambut oleh seorang wanita dengan perut yang terlihat membesar. Ya, wanita tersebut adalah istri Eko yang sedang hamil, wanita tersebut menyambut Eko dengan senyuman dan juga dengan membuatkan segelas teh hangat untuk Eko.
Waktu pun terus berjalan, kejuaraan Internasional terseut pun semakin dekat. Seiring dengan itu usia kehamilan istri Eko terus bertambah pula.
Pada awalnya Eko merasa baik saja dengan keadaan seperti itu, namun seiring dengan berjalannya waktu Eko pun mulai sadar bahwa kejuaraan yang akan ia ikuti kemungkinan bersamaan dengan waktu persalinan istrinya.
Kegundahan hati Eko pun semakin bertambah karena ia tidak memiliki cukup uang untuk proses persalinan istrinya tersebut.
“Bu, gimana kalau nanti pas Ibu melahirkan bapak tidak bisa menemani?” tanya Eko kepada istrinya.
“Lho emangnya kenapa pak?” jawab istri Eko.
“Ya soalnya kejuaraan yang bapak mau ikuti kemungkinan bersamaan dengan persalinan ibu” balas Eko.
“Yowis lah pak ndak papa lah pak kamu ikuti saja kejuaraan itu, lagipula itu juga kan buat negara kita juga pak, ibu bisa kok sendirian” jawab istri Eko dengan senyum.
Kejuaraan hanya tinggal 2 hari lagi, Eko pun berkemas menyiapkan barang yang akan ia bawa nanti.
“Ibu yakin gapapa bapak tinggal sendiri dirumah?” tanya Eko dengan penuh kekhawatiran menjelang keberangkatannya.
“Ndak papa kok pak” jawab istrinya dengan sedikit meyakinkan Eko.
Eko pun berangkat menuju bandara. Dan dengan penuh kekhawatiran dan kebimbangan Eko meninggalkan istrinya seorang diri, karena memang tidak ada pilihan lain ia juga harus mencari biaya untuk persalinan istrinya.
Sesampainya di Uzbekistan, yakni negara tempat dilaksanakannya kejuaraan tersebut, Eko terus berkomunikasi dengan istriya untuk mengetahui bagaimana kondisinya.
Dan waktu kejuaraan pun tiba, Eko melihat sekelilingnya dan melihat para lawannya bertubuh sangat besar dan kekar, mungkin Eko merupakan yang terkecil diantara mereka. Namun Eko tidak putus semangat, ia bertekad untuk mengharumkan dan membesarkan nama Indonesia pada kejuaraan tersebut.
Dikarenakan tekad dan semangat yang kuat akhirnya Eko bisa menjadi juara. Ya Eko sagat senang karena selain ia mendapat juara ia juga mendapat hadiah uang, dan itu akan ia gunakan untuk biaya persalinan istrinya.

Namun setelah selesai dari kejuaraan tersebut Eko tidak dapat menghubungi istrinya. Hati Eko yang awalnya senang berubah menjadi gundah, Eko terus berusaha menghubungi istrinya namun tetap tidak bisa. Setelah beerjam jam mencoba akhirnya Eko bisa menghubungi istrinya. Dan saat menelpon istrinya terukir senyum indah di wajahnya, ya istrinya telah melahirkan dan bayinya pun lahir dengan selamat. Eko merasa lega dan sangat bahagia karena ia bisa mengharumkan nama Indonesia di mata dunia dan istrinya melahirkan dengan selamat.